3 Hak Jurnalistik Dalam Berita Yang Harus Anda Ketahui

Infotion.com – Beberapa waktu silam, Tribun Lampung pernah meliput opini kebebasan berekspresi yang digembar-gemborkan oleh seniman yang menganggap hukum telah membatasi mereka dalam berekspresi. Sayangnya, jika kebebasan ini diterapkan di media online, justru menjadi bumerang bagi pelakunya. Untuk menyikapinya, 3 hak jurnalistik berikut bisa dipertimbangkan sebagai langkah penyelesaian.

Jurnalistik
Ilustrasi

1. Hak Jawab
Hak ini merupakan hak seseorang, sekelompok orang, atau perusahaan untuk menyampaikan respon berupa penerimaan atau sanggahan terhadap isi berita yang dianggap merugikan nama baiknya. Jika Anda ingin mencoba memanfaatkan hak ini, maka sebelum memberi tanggapan atau sanggahan, Anda harus memberikan data terkait pemberitaan yang tidak benar tersebut.

Hak yang bisa Anda manfaatkan untuk menanggapi berita dalam Tribun Lampung ini mencakup hak untuk mengoreksi, mengkritik, dan memberi saran terhadap tulisan atau berita yang diliput wartawan. Jadi, hak ini tidak hanya milik wartawan, tapi juga masyarakat umum.

Pemilihan narasumber yang tepat dan dapat dipercaya merupakan langkah tepat dan utama bagi seorang wartawan untuk menghindari pemberitaan yang bisa memicu kemarahan objek berita atau bahkan publik, terutama jika objek tersebut merupakan salah satu opinion leader (orang berpengaruh).

2. Hak Koreksi
Hak jurnalistik kedua ini merupakan hak untuk memberi klarifikasi terhadap suatu berita, dengan cara mengoreksi atau membetulkan kekeliruan informasi dan data (dalam bentuk fakta, opini, gambar, dan lainnya) yang diberitakan oleh pers, baik yang menyangkut dirinya, maupun orang lain.

Sama seperti hak jawab, hak ini dimiliki oleh semua masyarakat sebagai pembaca, objek berita, serta pemantau media. Misalnya, ada wartawan yang meliput terjadinya gempa bumi dengan berkekuatan 5 Skala Richter, padahal sebenarnya 2 Skala Ritcher. Nah, Anda yang mengetahui kebenarannya, berhak memanfaatkan hak jurnalistik ini.

 

3. Hak Tolak
Hak ini merupakan hak untuk menolak memberikan atau mengungkapkan nama dan identitas dari narasumber/sumber berita rahasia. Jadi, hak ini mutlak dimiliki oleh wartawan atau jurnalis sehubungan dengan profesinya tersebut.

Tidak semua narasumber ingin disematkan namanya dalam berita, terutama jika berkaitan dengan tindak pidana yang dilakukan oleh orang penting atau berpengaruh, karena orang yang dilaporkan tersebut bisa saja dendam dan membahayakan kehidupan si pelapor. Oleh karena itu, wartawan atau jurnalis berhak merahasiakan identitas narasumbernya.

Ketiga hak tersebut dimuat dalam Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999 dalam pasal 1, 5, 11, dan 15. Pemberitaan yang ada dalam Tribun Lampung terbuka untuk Anda tanggapi sebagai bentuk keterbukaan sekaligus kebebasan berekpresi yang bertanggunjawab. Sampaikan hak jurnalistik Anda dengan kalimat yang baik, sopan, dan lugas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *