Hamil Anak Kembar, Calon Ibu Wajib Lakukan Ini

Infotion.com – Mendaptkan kepastian bahwa calon ibu sedang hamil merupakan hal uang sangat menggembirakan. Apalagi jika calon ibu mendapatkan kabar bahwa ternyata calon ibu ada Ciri hamil anak kembar atau bahwa ada kabar jika sedang mengandung anak kembar, apa akan panik atau justru senang ? Lantas apa tantangan yang akan dihadapi jika mengandung anak kembar ? Tentunya calon ibu tidak perlu cemas ataupun takut. Resiko dari kehamilan kembar memang akan lebih tinggi dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Akan tetapi dengan perhatian yang cukup, maka mama bisa dengan mudah menjalani proses kehamilan dan juga proses persalinan dengan lancar.

Hamil Anak Kembar
Ilustrasi

Ada beberapa hal yang perlu calon ibu lakuka ketika mendapatkan kabar bahwa ada Ciri Kehamilan Kembar Pada Kandungan calon ibu, sebagai berikut :

Penuhi Asupan Asam Folat Lebih Banyak
Asupam asam folat yang cukup tentu saja dibutuhkan untuk mengurangi resiko trerjadinya cacat lahir seperti halnya spina bifida. Kehamilan tunggal biasanya membutuhkan sekitar 0.4 mg asam folat per harinya, tetapi untuk kehamilan kembar yaitu membutuhkan sekitar 1 mg asam folat.

Sering Mengunjungi Dokter Kandungan
Mengalami kehamilan kembar tentu saja membutuhkan perhatian yang cukup ekstra dibandingkan ketika mengalami kehamilan tunggal, termasuk dalam hal mengunjungi dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan dan USG lebih sering.

Beresiko Anemia Yang Cukup Tinggi
Calon ibu bisa melakukan pemeriksaan tekanan darah secara optimal dan juga teratur serta beristirahat yang cukup dalam menjaga darah tetap stabil dan juga mengurangi resiko kelahiran prematur. Di usia kehamilan 20-24 minggu dan juga 28 minggu, dokter kandungan biasanya akan menyarankan untuk melakukan tes darah untuk melihat indikasi anemia.

Resiko Diabetes Gestational dan Preeclampsia Meningkat
Dikehamilan kembar, akan lebih beresiko terjadinya diabetes pre-eclampsia yang meningkat 3 kali lipatnya dan juga resiko diabetes gestasional meningkat 2-3 kali lipat. Maka dari itu, pola makan yang sehat serta asupan nutrisi yang cukup selama proses kehamilan harus selalu diperhatikan calon ibu.

Mungkin Saja Akan Terjadinya Persalinan Prematur
Calon ibu yang mengalami kehamilan kembar yang biasanya mengalami persalinan pada minggu 26-37, bukan di minggu ke-40 seperti halnya dalam kehamilan tunggal. Biasanya, bayi bisa terlahir secara sehat tanpa adanya masalah yang ditimbulkan jika lahir setelah minggu ke-34. Tetapi berat badan yang kurang serta organ tubuh yang belum sempurna tetapi tetap jadi perhatian keluarga untuk menghindari kemungkinan terjadinya masalah kesehatan yang cukup serius.

Resiko Persalinan Dengan Operasi Caesar
Resiko bayi sungsang biasanya terjadi lebih tinggi pada kehamilan kembar. Ini dikarenakan akan menyebabkan kemungkinan calon ibu harus melahirkan melalui operasi caesar menjadi lebih meningkat.

Tantangan yang akan dihadapi calon ibu saat menjalani proses kehamilan kembar memang tidak sedikit dari biasanya. Tetapi kebahagiaan yang calon ibu bisa rasakan ketika mendengar adanya ciri kehamilan kembar tentu akan sebanding dengan perjuangan calon ibu. Dukungan dan juga bantuan dari calon ayah serta keluarga, akan membuat tantangan tersebut menjadi lebih mudah teratasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *